Ads Top

Gumam

Di tenda-tenda pengungsian
Kau berdiri dan diam
Menatap langit yang tampak kejam
Mengamati bintang-bintang yang berpendaran

Kau bergumam:
Dimana kau Tuhan
Rumah yang engkau amanatkan, tak lagi punya harapan
Sukmaku pergi dalam rasa ketakutan, kegelisahan dan ketertindasan

Kemana kau Tuhan
Saat keadilan diacuhkan
Saat kemanusiaan dibunuh dengan kejam
Dan saat jiwa-jiwa yang tertindas  merintih kesakitan
Bukankah Engkau bersama kaum yang tertindas

Kini di tanah ku sendiri tempat ku tumbuh
Harapan telah hangus terbakar bersama rumah-rumah

Cita-cita yang bergayut dibintang
Menggantung tak jelas diawang-awang
Bersama kami yang tersingkirkan

Dan jiwa-jiwa yang tenang
Telah tumpah muncrat merah, dan menggeliat di tanah

Kedamaian, keadilan dan ketentraman yang kami impikan
Menguap bersama sumbangnya letupan senapan
Yang menyisakan sejarah kelam dan memendam dendam

Kini di tempat ku berdiri
Tak lagi kudengar tangisan bayi
Bagai saat keluar dari gua garba bunda

Namun yang terdengar kini, adalah pekikan tangis penderitaan
Yang bumi dan langit pun tak kuasa mendengar
Bukan karena dilahirkan sang bunda kembali
Tapi diceraikan dari ibu sendiri

O, Tuhan...
Itukah kau yang datang
Dalam wajah nurani setiap manusia yang bergetar
Dan dalam uluran tangan yang lapang

 
penulis : A. Rizki I.




No comments:

Powered by Blogger.