Ads Top

Jala Nelayan

Oleh Nuril Ma’wah
Tiga jengkal lagi matahari menyelinap di balik gunung. Gumpalan awan merayap, menari membayangi langit jingga. Udara sore mendesah, ombak menampar sampan nelayan yang meminjam nafas di dermaga. Gemericik air laut bersuara merdu. Bukit-bukit biru tua beserta kerlingan matahari di atas senja. Layar mengembang, burung-burung riang di udara, elok dipandang, indah dinikmati dan dikunyah, ditelan hati galau dan pikiran gelisah. Tetapi yang demikian mungkin hanyalah romantika penghuni kota yang iseng, bukan buat Basri yang mencari nafkah. Jam kerja Basri diperpanjang karena ikan yang diperoleh belum seberapa.
Tuhan Maha Pemurah, siang malam ikan di laut dikuras sekian nafsu, sekian perut, dan segunung harapan. Namun masih saja tersisa rezeki bagi mereka yang bersabar & mencari tak bosan-bosan orang menyebarkan racun, melempar bom, menghancurkan terumbu karang & meledakan tempat ikan berkembang biak.
Pelan-pelan Basri mengangkat jangkar, memandang arah dermaga tempat nelayan dan tengkulak tawar-menawar harga tinggi. Wajahnya tidak berekspresi, bila saja batang leher perempuan itu tidak bergerak karena memandang dua ember ikan yang ia beli pada nelayan. Sebelumnya, “cepat”!!!  perempuan berbadan subur itu menyambut, “sudah sore” Basri melempar jangkar. “mau jual berapa?” tengkulak menghadang dengan pertanyaan tatkala memperlihatkan jenis ikan yang diperolehnya “mau berapa” ia balik bertanya! ... “kamu dong bilang” perempuan itu berkata dengan pandangan tak nafsu. “ayo sudah sore” ia menyelinapkan 4 lembar uang ribuan ke tangan Basri. “segini” ? dengan suara yang hampir tidak keluar. “ tidak”  ia menggeleng  “jangan segini” sebab ikan itu kan banyak. “siapa bilang ikan ini sedikit” Basri berkata spontan “ ya, sudahlah perempuan itu bersikap mengalah “ saya tambah seribu”. Mentang-mentang suara Basri meletus. Seandainya  ia seorang  tengkulak, maka apa yang akan dilakukannya pasti ia akan berbuat yang sama.
To Be Continue...
   
pengirim : Ahmad Sohibi


No comments:

Powered by Blogger.