Ads Top

Bersholawat Alam




Point tema
•    Sejarah dan definisi sholawat
•    Pada saat menjaga alam kita bersholawat dengan alam
•    Kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban kita semua
•    Tugas manusia memimpin alam
•    Realita keserakahan manusia akhirnya tidak mencintai alam
•    Kontribusi dan simbiosis alam
•    Perang muktah, perintah nabi jangan bunuh lanjut usia, perempuan, anak, pemuka agama, tumbuhan dan bangunan
•    Komunikasi terhadap alam
•    Cara bersholawat dengan alam

Memberikan teori tentang sholawat seperti halnya mengikat kaki setiap orang yang akan berlari. Seperti pada istilah sholawat adalah doa dan yang lain menyebutkan adalah menyampaikan salam kepadanya SAW. Segala ekspektasi terhadap segala pujian yang seharusnya nyata terbentuk dalam setiap jiwa ini yang sebenarnya sedang bersholawat. Lalu seberapa jauh manusia mengaplikasi dalam penyelarasan sholawat ini dalam kegiatan sehari-hari?

Keadaan yang sangat relevan saat ini sangat jauh dari sifat-sifat kealamiahan ilahi. Kondisi manusia yang egois ini seakan-akan menganggap dirinya hanya satu-satunya makhluk yang dapat berdiri sendiri bahkan untuk bersholawat. Telah dijelaskan dalam Alquran bahwa sebenarnya manusia bernaluri mengikuti keadaan alam sekitar. Hal ini yang seharusnya menjadi nasehat spiritual kita, bahwa kita menjadi pemimpin alam dengan tugasnya mengikuti dan menjaga kondisi alam ini.

Perlu disadari bahwa manusia hidup di bumi ini bukan untuk memanjakan alam. Ketikapun alam lahir secara normal dengan siklusnya masing-masing, mereka tidak membutuhkan manusia. Namun hal tersebut bukan berarti bahwa kita telah dimanjakan oleh alam ini dengan sekonyong-konyongnya. Jadi di titik inilah timbul simbiosis antara manusia dan alam yang saling menguntungkan. Tahukah Anda bahwa hal tersebut membuktikan bahwa manusia adalah bagian dari alam?

Firman Allah pada surat (Ar-Rahman ayat 5-9) “Matahari dan buan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya), Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu tidak merusak keseimbangan itu, dan tegaklah kwseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” Yang terjadi bahwa hasil dari keegoisan setiap manusia tidak selaras dengan keadaan alam. Ada banyak insiden berkaitan dengan bencana alam yang sangat ketara bahwa itu adalah hasil perusakan alam yang kita lakukan. Manusia serakah yang hanya mengarahkan dirinya kepada unsur finansial tidak pernah mempedulikan keseimbangan ini.

Dari kacamata antropologi orang zaman dahulu mempercayai bahwa golongan setan lebih kuat daripada manusia, akhrinya manusia melakukan kontribusi terhadap alam dengan mengkomunikasikan diri kepada alam dengan tujuan memberkahi lingkungan. Contohnya seorang yang akan mendirikan pabrik, dia akan melakukan syukuran atau kenduri untuk membagi sebagian rizqinya kepada lingkungan. Adapun sesaji-sesaji yang dihidangkan agar alam dapat menyanjung kehadiran kita kepada kebutuhan kita mendapatkan hasil kita oleh alam.

Haqiqinya manusia di bumi ini diwajibkan oleh Allah dalam menjaga keseimbamgam alam demi terciptanya keselarasan kehidupan manusia dan makhluk lain sebagai ciptaan-Nya. Menjaga kondisi alam sekitar berarti kita telah menjaga alam dalam bersholawat yang bersama-sama bersujud kepada Allah. Lalu sudahkah Anda menjaga keadaan alam sekitar Anda sebagaimana kewajiban manusia menjaga keseimbangan hidup ini?





LP #11 









No comments:

Powered by Blogger.