Ads Top

Qudrat dan Iradat Allah


Manusia yang dibekali dengan akal pikiran berhasil menyiasati berbagai kesulitan diubah menjadi kebahagiaan, bahkan menjadi kemudahan. Tak sepantasnya putus asa meski dihadapkan pada problematika dan kesulitan. Sungai yang pada zaman dahulu menjadi penghalang juga dengan akal pikiran manusia dapat membuat perahu untuk menyeberanginya.


Nah, Qudrat dan Iradat Allah itu mengendalikan semua kejadian. Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan. Jangan sekalipun berpikir dalam pikiranmu bahwa kesuksesan yang dicapai adalah semata-mata hasil perjuangan sendiri, tanpa ikut campur Tuhan. Seperti pemikiran kaum sekuler yang mengajarkan urusan keduniaan tanpa ada Tuhan.


ada sebuah cerita dari nabi musa saat beliau sakit perut. ketika itu, nabi musa berdoa pada Allah yang intinya meminta obat untuk menyembuhkan sakit perutnya. kemudian diperintahkanlah nabi musa oleh Allah untuk mengambil sebuah daun yang berada disuatu gunung. namun, dalam perjalanan menuju pencarian daun yang dimaksud itu ternyata perut nabi musa sembuh, dan pada akhirnya nabi musa tidak meneruskan perjalannya dalam mencari daun tersebut.


hingga pada suatu saat nabi musa mengalami hal yang sama, yaitu sakit perut. lalu cepat-cepatlah ia mencari daun yang dulu pernah diperintahkan oleh Allah kepadanya untuk menyembuhkan sakit perutnya. tapi yang terjadi perut nabi musa tidak kunjung sembuh. lalu ia berdoa kembali untuk menanyakan pertanggungjawaban Tuhan terhadap perintah yang diberikannya. ternyata jawaban Tuhan sederhana, semua itu tergantung dari Allah. artinya yang disa menyembuhkan hanyalah Allah SWT, bukan daun atau semacamnya.


perkara sembuh dari sakitnya karna daun, itu sifatnya hanya sementara, bukan sebagai hakekatnya.


Kunci utama kebaikan adalah ikhlas lilahi ta’ala.

No comments:

Powered by Blogger.