Ads Top

Masyarakat Kebumen diracun



Terus terang saya sangat miris dan prihatin mendengar ada kabar informasi Kebumen peringkat kedua termiskin di wilayah Jawa Tengah. Tega benar orang-orang yang menyebarkan racun pikiran kepada masyarakat Kebumen melalui media informasi tanpa menganalisa data-data dan terjun langsung di lapangan untuk selanjutnya dikumpulkan dijadikan informasi yang kredibel. Bagi saya ini adalah sebuah Fitnah yang sangat keji yang ditiupkan oleh Kapitalis melalui kaki tangannya...

Saya akan bertanya...
"Apa nya yang termiskin?"
"Manusianya?"
"Pembangunannya?"
"Tingkat kesejahteraan masyarakatnya?" "Pendidikannya?"
"Hamparan Tanahnya?"

Kalau kesuksesan adalah memiliki harta berlimpah dan dijadikan tujuan utama dalam kehidupan berarti Nabi Ayyub, Nabi Isa, Nabi Muhammad bukan orang sukses. Serta sahabat-sahabat dan tetangga yang miskin dunianya bukan golongan orang-orang sukses. Sedangkan Fir'aun dan Qorun adalah orang sukses karena hartanya berlimpah.

"Berhentilah menganggap diri ketinggalan dan dipaksa mengejar ketertinggalan !"
"Berhentilah menganggap diri miskin karena kesuksesan dan kesejahteraan bukanlah memiliki harta benda melimpah, memiliki jabatan, memiliki kekuasaan, memiliki banyak kendaraan , bangunan rumah mewah, saldo tabungan penuh ".

Janganlah kamu anggap kemajuan suatu daerah hanya dilihat dari fisik pembangunannya, berdiri gedung-gedung bertingkat, hotel mewah, kampus ternama, kawasan industri, Tol, Mal, supermarket.
Kebumen adalah ibu pertiwi, tanah air kelahiran kita, relakah kalian sejengkal demi sejengkal tanah kita bukan menjadi milik kita dan dikuasai oleh asing atas nama pembangunan dan kesejahteraan.
Janganlah kamu percaya jika tanah kelahiranmu disebut daerah tertinggal apalagi termiskin. Di kota-kota besar banyak sudah tanah bukan menjadi milik rakyat.

Janganlah kamu telan racun informasi apalagi kamu percaya "Kebumen daerah termiskin". "Lihatlah!".

Lahan pertanian milik masyarakatnya luas dan subur, pekarangan luas banyak terdapat jenis kayu dan tumbuhan, bangunan rumah dan halaman depan bisa buat guling-guling juga bisa dipakai untuk main bola, tetangga hajatan masyarakat sukarela sumbang tenaga dan harta, masyarakatnya sangat mengedepankan pendidikan, sregep sinau, pekerja keras, masyarakatnya kuat, setiap ada kenduri, tahlilan, dan hajatan maka tetangga disekitar bisa terhindar dari kelaparan.

"Kalau dianggap miskin dari sisi mananya?". Apa karena bangunan rumah masyarakat kita masih ada yang menggunakan kayu, ga punya sepeda motor atau mobil, ga punya pekerjaan tetap, bekerja serabutan tidak berdasi dan tidak berseragam, ada anak-anak yang putus sekolah, tidak ada bangunan Gedung-Gedung tinggi, tidak terdapat kampus ternama, tidak ada kawasan industri,mal dan hotel mewah lalu dianggap daerah termiskin kedua se Jawa Tengah........??????

Ya Allloooh, begitu kuatnya semburan aksi tipu Dajjal sang kreator kapitalisme kepada Rakyat yang sejatinya kuat lalu pikiran mereka diracun. "Duh Gusti Saya memohon lepaskanlah belenggu pikiran saudara-saudaraku...."

Hutang luar negeri kita tidak punya. Yang selama ini hutang kan Negara. Toh kalao negara hutang untuk pembangunan apakah sebuah jaminan membuat masyarakat di daerah yang katanya termiskin menjadi sejahtera...?

"Saya tambah lagi".
Selama ini pemasukan wilayah Kebumen adalah dari masyarakatnya langsung dari sumbangan rakyat, toh kalao ada gontoran bantuan dari pemerintah pusat paling juga hanya seberapa... Kebumen adalah daerah yang sangat mandiri dan masyarakatnya sangat cinta tanah air kelahirannya.
"Rakyat membayar Pajak Bumi dan Bangunan, pajak kendaraan, ppn, selalu tepat waktu." misal ada yang tidak bayar itupun tidak sampai 1% dari jumlah penduduk."

Pembangunan jalan setapak, makadam, pakadam sampai jadilah aspal desa, sesungguhnya yang dipakai adalah uang masyarakat yang dikumpulkan bareng-bareng dan dikelola oleh pemerintah daerah.

Tugas kita saat ini yang primer adalah menanamkan kesadaran bahwa bangsa kita masih terjajah terutama pikiran masyarakatnya dalam memahami arti kesuksesan. Memahami arti kemajuan sebuah daerah dan kesuksesan kemajuan sebuah Negara.

Penulis
Furqon Aminudin

No comments:

Powered by Blogger.