Ads Top

Hukumnya sabun cair

Hasil gambar untuk sabun cairPemetaan pemikiran orang-orang banyak yang terjebak pada kotak-kotak yang disebut ‘agama’. Orang sudah sangat disibukkan dengan urusan yang menurut ‘agama’ diperintahkan atau dilarang. Memang sungguh sangat baik pola pikirnya, semakin meningkat pengatahuan agamanya, apalagi kalau tidak hanya teori saja, melainkan dengan prakteknya juga. sampai-sampai kotakan-kotakan yang mereka buat menutupi kotakan yang lain, yang mereka anggap bukan ‘agama’. Secara keilmuan orang-orang seperti ini disebut sekuler. Membedakan mana agama, dan mana wilayah bukan agama.

Bicara soal mana agama dan bukan agama, menthiet membuka obrolan dengan bugel dengan pertanyaan... gel bugel, “bagaimana hukumnya sabun cair digunakan untuk sampoan?”..”lah dalah, ya jelas gak masalah to thet” jawab bugel..dengan nada agak mengeras dikit menthiet langsung menjawab, “koe ki ora ngerti agomo jebule”...ish..sit sit sit..”apa urusannya sabun cair dengan agama thet?” sahut bugel..
“mbok jangan dicampur urusan mandi sama agama to kang, wes mumet aku mikiri agama, ini malah ada pertanyaan yang gak penting”, sambung bugel dengan agak kesal..

Sementara disisi lain menthiet punya prinsip dasar pada ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. Yang ujung dari pemikirannya berawal dari hasil ngalamunnya di kamar mandi. Bahwa ritual kebersihan adalah sebagian dari iman ini adalah dengan mandi. Terlebih dalam islam ada beberapa mandi yang diwajibkan. Maka lebih jauh lagi menthiet berpikir sambil mengeluarkan hajat-hajatnya dengan prosesi mandi itu salah satunya dengan membersihkan badan dengan sabun. Kebetulan yang ia gunakan ini sabun cair.

Pada momentum tententu menthiet harus memanfaatkan sabun cairnya ini untuk membersihkan rambutnya juga (sampoan). Padahal di botolnya sudah ada tulisan “body soap” yang tidak kurang-kurang sudah sangat gamblang dijelaskan di iklan-iklan televisi bahwa fungsi dan kegunaannya untuk membersihkan badan, bukan rambut.

Dari sini menthiet mulai berikir bahwa ia tidak menggunakan dan memanfaatkan sesuatu sesuai dengan fungsinya. Pemikirannya ini merambah pada sah atau tidak mandinya.

“Gel..nek kamu berpikir mandi ini tidak ada hubungannya dengan agama, sekarang gini aja, misal kamu punya peci terus karna ada sesuatu hal, pecimu digunakan buat kesed (alas kaki) itu boleh ndak?” tanya mentiet...”lho lho lho..ya ndak boleh ya, wong peci itu fungsinya buat nutupi rambut yanga da di kepala, la kok mau digunakan alas kaki, jelas pelanggaran ini..” sahut bugel..

“Jadi jelas ya, kalau orang yang menggunakan sesuatu tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan fungsinya sudah sangat tidak beragama ya gel?”

Lho, ya ndak bisa gitu juga thet..
Hehe...

No comments:

Powered by Blogger.