Ads Top

Rintik Hujan Menjadi Pelangi



Oleh ZENIYANTO KEBUMEN

kesedihan menjadi kebahagiaan

Hari ini adalah hari yg melelahkan. Zahra berjalan menawarkan kue kue tradisional yg masih banyak. Haripun menjelang sore. Seorang pria paruh baya memakai topi yg menutupi mukanya dan berpakaian rapih mendekati zahra .


" nak saya mau beli semua kuenya " kata pria itu dgn ramah.

"apa benar pak, semuanya ?! " kata zahra seolah tak percaya.

" iya " ucap bapak itu ramah.

Zahra pun memasukan kue kue itu ke dalam wadah yg telah dia sediakan.

" ini pak, trimakasih banyak semuanya 100 ribu pak " kata zahra memberikan kue tersebut kepada pria itu.

" ini nak " ucap bapak itu memberikan 150 ribu kepada zahra.

" maaf pak, tapi ini harganya cuma 100 ribu pak ini kelebihan pak " kata zahra memberikan sisa uang itu.

" trima saja, itu rejekimu " kata bapak itu tersenyum dan meninggalkan zahra.

" ya allah terima kasih banyak engkau sungguh baik pada hamba, hamba jadi bisa membelikan adik hamba makan . terimaksih banyak ya allah " ucap zahra sangat bahagia dan bersyukur


Zahra pun membeli makan di warteg dekat rumahnya lalu zahrapun berlari menuju rumah. rumah zahra sangatlah sederhana. atap menggunakan daun kelapa yg sudah kering, tembok menggunakan pohon bambu yg di anyam sedangkan lantainya beralaskan tanah. zahra tinggal bersama satu kakak dan dua adik. ayah zahra sudah meninggal karena sakit jantung, dan bundanya entah, zahra pun sudah lama merindukannya dia bahkan lupa wajah ibunya karena di tinggal pada usia 3 th. rasa marah, rindu dan benci merasuk ke dalam hatinya. Sudah lama zahra menunggu kedatangannya, tetapi dia tak pernah datang entah dia tak menyayangi zahra atau hal yg lain. Sudahlah jika masa lalu yg buruk mengingatnya rasanya sakit.

" horeeee kaka pulang !!!" triak wati dia adalah adik kedua zahra yg baru berumur 9 tahun.
" wati, kakak siti dimana ?" tanya zahra mencari cari.
" tadi kaka pergi gk tau kemana " kata wati polos.

sejak ayah zahra meninggal, kak siti selalu termenung, melamun dan kadang- kadang menangis.

"wati ! Zina! ayo makan " Kata zahra menaruh piring.
"iya kak"kata wati gembira.

Zina adalah saudara kembar zahra, tapi zina berbeda. Kadang zahra merasa kasihan padanya, zena dilahirkan dengan tdk sempurna. Kaki kanannya cacat dan zena juga bisu, lengkap sudah penderitaanya.

" wati , zena kaka mau pergi nyari kak siti dulu ya" kata zahra meninggalkan rumah.
" kak siti! Kak...!kaka di mana ?!" Triak zahra sepanjang jalan.
" zahra aduh.... !" Triak kak siti sambil menangis.
" kakak .... Kakak kenapa ?" Triak zahra khawatir.
"zahra tolong kakak , kaki kakak sakit !"triak siti sambil menangis tersedu sedu.
" astaghfirullahhalazim , kenapa bisa kaki kakak bisa seperti ini !"triak zahra kaget melihat kaki siti bengkak bekas gigitan ular berbisa.
" ya udah kak , ayo kita pulang nanti zahra obatin " kata zahra menanting siti pulang.
"ya allah bagaimana ini atau di bawa ke rumah sakit saja ya ?tapi aku tidak punya uang, di sana biayanya sangat mahal " kata zahra dalam hati.

zahra pun sampai di rumah . Dan membuka pintu.

"assalamualaikum " triak zahra saat sampai di rumah .
" kak zahra , kak siti kenapa ?" Tanya wati dngn hawatir.
" wati tolong ambilkan .......emmm tali dan minyak patra " kata zahra bingung, zahra tidak tahu cara mengobati gigitan ular.
" ini kak " kata wati setelah ke dapur menyerahkan tali dan minyak.

Zahra pun mengikat paha kak siti dengan kencang agar darah tdk mengalir.lalu zahra berikan sedikit minyak entah cara ini berhasil atau tidak.

" ZAHRAAAA!!!!! SAKIT....."triak siti kesakitan.
"sebenarnya aku iba pada kakaku tapi bagaimana lagi, aku tdk punya uang untuk berobat " kata zahra dalam hati.
" lebih baik kakak istirahat, pasti setelah bangun kaka akan baik baik saja " kata zahra merayu kaka agar mau tidur .
"ya sudah " kata siti beranjak tidur dan berjalan dgn pontang-panting.

pagi pun datang zahra siap untuk berjualan di pinggir jalan. Zahra tdk membuat kue kue tradisional sendiri. Tetapi zena dan wati yg membuatnya, zahra tinggal menjualnya. Sebelum pergi jualan zahra membangunkan kakaknya siti dan menyuapinya.

"kakak bangun makan dulu, astaghfirullah hal azim!! , kakak bangun !!!! watiii!! Zena!!" Triak zahra kaget dan khawatir.
" ada apa kak " kata wati setelah sampai di kamar. Dan zena di belakangnya.
" astaghfirullah hal azim kenapa tubuh kakak hitam melepuh " kata wati kaget.
" inalilahi wainalilahi rojiun , " kata zahra memegang tangan siti . Zahra menangis terisak isak dan merasa bersalah .
" inalilahiwainailaihirojiun KAKAK JANGAN TINGGALIN WATI KAK!!!!" kata wati ikut menangis terisak isak .
" maafin zahra kak, ini semua salah zahra .harusnya kakak aku bawa ke rumah sakit , maafin zahra kak. Lebih baik zahra aja yg meninggal kak........ " kata zahra menangis dan merasa bersalah.
" kakak gk boleh ngomong gitu, aku gk mau kehilangan kakak juga " kata wati menangis lebih keras membuat pak kepala desa datang ke rumah zahra .
" ada apa ini ribut ribut !" Kata pak kepala rt memasuki rumah zahra.
" pak ..... Kak siti meninggal..." Kata wati menahan sesegukan.
" APA!! inalilahiwainalilahirojiun" kata pak rt dgn kaget.

pak kepala desa pun pergi ke luar rumah menuju masjid untuk mengumumkan kabar duka tersebut kepada warga desa .pemakaman segera di buat . Jenazah siti secepatnya di mandikan,dan di kafani.
zahra , nak zena, nak wati saya ikut priahtin . Semoga arwah almarhumah di tempatkan di sisi Allah

" kata uztazah salmah mengelus kepala zahra zena dan wati bergantian.
" teri..maka..sih uz " kata zahra sesegukan.

penguburan pun di lakukan .zahra masih belum bisa menerima kenyataan tersebut .wati dan zena hanya bisa melihat jenazah siti kakaknya di kuburkan. Penguburan pun selesaI zahra wati dan zena pun pulang ke rumah.

" udah kak, kakak jangan sedih terus , wati jadi ikutan sedih " kata wati menghibur.
" gimana kakak gk sedih , kak siti meninggal gara gara kakak" kata zahra mulai berkaca-kaca.
"WOY KELUAR!!!!!!!!!" Triak seseorang di depan pintu bersama dua orang. Zahra pun keluar disusul dgn wati dan zena.
" ada apa ya pak ?" Tanya zahra.
" eh ayah kalian hutang sama gue 10 juta, kalian harus bayar sekarang juga!!!" Sentak seorang rentenir kepada zahra.
" tapi saya tdk punya uang " kata zahra dgn memelas.
" ahhh gue gk peduli ,pokoknya bayar sekarang juga. Kalo enggak rumah ini sebagai gantinya!!" Sentaknya lagi sampai membuat wati menangis.
" jangan .... nanti kami tinggal di mana pak ?" Kata wati menangis.
" kalo kalian gk mau bayar sekarang juga , kalian angkat kaki dari rumah ini !!" Kata rentenir.
"kami mohon jangan usir kami.........kami tidak punya tempat tinggal..........." Kata zahra menangis memegangi kaki rentenir itu
" ah gue udah bilang, kalo gue itu gk peduli .!!mau kalian tinggal di kolong jembatan kek mau kalian tinggal di eperan toko kek gue gk peduli!! Kalian pergi dari sini !! PERGI!!!!!" Kata rentenir menendang zahra hingga terjatuh.

zahra dan kedua adiknya pun meninggalkan rumahnya.

" kak kita mau tinggal di mana ?" Kata wati berjalan menanting zahra yg kakinya terluka.
" kakak juga gk tau " kata zahra sedih.

wati dan zahra pun menyebrang jalan. Zena tertinggal di belakang karena zena berjalan menggunakan tongkat .zena melihat di sisi kanan ada mobil. Zena yg bisu tdk bisa berteriak, zena mempercepat jalanya untuk mendorong zahra dan wati yg akan tertabrak . Tetapi sifat naas menimpa zena saat akan mendorong zahra dan wati . kecelakaan terjadi bukan zahra dan wati yg tertabrak tetapi zena .

" zena!!!!" Triak zahra dan wati bersamaan.

orang orang pun mendatangi zena yg bersimpah darah.penunggang mobil pun keluar.

" astaghfirullahhalazim, ayo masukin mobil kita bawa ke rumah sakit. Nak apa kalian saudaranya?" Kata wanita yg menabrak zena.
" iya kami saudaranya " kata zahra.
" ayo masuk " kata wanita itu mempersilakan zahra dan wati masuk mobil.

mereka pun pergi rumah sakit terdekat.

Setelah beberapa lama , mereka pun sampai di rumah sakit.

" suster ! Tolong bawa ke UGD " triak wanita yg menabrak zena.
" silakan mengurus admin terlebih dahulu" kata suster itu.
" nanti saya akan lunasi, yg terpenting sekarang rawat pasiyen ini dulu sus " kata wanita itu

zena pun di bawa ke ruang UGD untuk di rawat. Zahra wati dan wanita itu meninggu di depan ruangan UGD.

" nama kalian siapa ?" tanya wanita itu menjulurkan tangannya.
" nama saya zahra dan ini wati yg di dalam ruang UGD namanya zena " kata zahra membalas uluran tangan wanita itu wati pun juga. Zahra merasa tidak asing dgn wanita di sampingnya.
" nama tante siapa ?" Tanya zahra penuh selidik.
" nama saya sekar, sebenarnya kalian tadi mau ke mana ?" Tanya sekar kepada zahra dan wati.
" kami juga tidak tau, kami mencari tempat untuk beristirahat " ucap zahra.
" kenapa tidak beristirahat di rumah saja " kata sekar dgn lembut.
" kami sudah tidak punya tempat tinggal, rumah kami di sita karena ayah kami mempunyai hutang kepada rentenir" kata zahra mulai berkaca kaca.
" lalu ibu kalian di mana ?"kata sekar mulai iba.
" bunda kami menghilang, saya juga tidak tau dimana atau sedang apa dia sekarang " ucap wati.
" nasib kalian seperti saya, saya kehilangan 4 anak saya mungkin mereka seperti kalian..... " kata sekar mulai berkaca kaca. Zahra berpikir bahwa tante sekar adalah bundanya yg telah lama ia cari. Kemudian dokterpun keluar ruangan.
" gimana keadaan zena dok " tanya sekar khawatir.
" keadaanya agak membaik sekarang sudah bisa di jenguk " ucap dokter.
" terimakasih dok "ucap sekar.
" sama sama " dokterpun meninggalkan tempat itu.

sekar zahra dan wati pun masuk ke dalam ruangan. Zena masih terbaring lemah, dan juga belum siuman .zahra dan wati pun sedih dan merasa bersalah. Seharusnya mereka tidak terlalu cepat berjalan.

" sudah, lebih baik kita sholat dulu dan mendoakan zena biar cepat siuman " kata sekar menghibur wati dan zahra.

Sekar wati dan zena pun pergi meninggalkan tangan UGD dan pergi ke kamar mandi rumah sakit, dan kembali ke ruangan. Mereka pun sholat berjamaah dgn sekar sbg iman.

" ya Allah sembuhkanlah zena, buatlah dia siuman. Hanya engkaulah yg dapat menyembuhkanny. Engkaulah yg maha kuasa. Tanpamu hamba tak berdaya.

rabbanaaaatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa'adzaa ban naar amin amin yaa rabaal alamin"

" amin "

tiba tiba saja telunjuk zena bergerak perlahan .

" subhanallah ,tante sekar lihat " triak zahra takjub.
" alhamdulillah ,akhirnya zena bangun " kata sekar.
" Dokter ! kak zena bangun" triak wati gembira.

dokterpun memasuki ruangan UGD dan memeriksa keadaan zena.

" aneh sekali ,keadaannya sudah sangat baik besok pagi sudah boleh pulang .
" kak besok pagi kakak pulang , kakak senang gk?" Tanya wati bahagia .zena pun senyum dan menganggukpelan.
" tapi nanti kita tinggal di mana ?" Tanya zahra sedih. Zena dan wati pun ikut sedih, sekar yg mendengarnya menjadi iba pada mereka .
" gimana kalo kalian tinggal di rumah saya ?" Tanya sekar kepada zahra zena dan wati.
" beneran tante ?" Tanya zahra girang.
" iya " jawab sekar. Senyum pun menghiasi wajah zahra zena dan wati.
"horeeeee..................!!!!!!!!!!!!"triak mereka serentak.

pagi pun tiba zena sudah diizinkan pulang oleh dokter. zahra zena dan wati pulang ke rumah sekar.

" ayo naik " kata sekar membuka kan pintu mobil.

zena pun masuk dgn di tanting zahra dan wati.mereka pun melaju pergi meninggalkan tempat itu.

rumah megah berpagar besi dan lampu berbentuk lingkaran membuatnya tampah mega. Setelah masuk taman dihiasi bunga beraneka bentuk dan berwarna-warni semakin memperindah rumah tersebut.

" wahhhh rumahnya besar, indah lagi " triak wati takjub setelah turun dari mobil.
" iya wat kamu benar " kata zahra turun dgn menanting wati.
" ayo masuk !" Kata sekar setelah memasuki rumah.

mereka pun memasuki rumah itu.

" ini kamar kalian " kata sekar setelah sampai di kamar bernuansa warna warni.
" wahhhhh lucu ada banyak boneka nya " kata wati senang.
"makasih ya tante " kata zahra gembira. Zahra pun membaringkan zena di kasur.
" andaikan tante sekar bunda ku. Tapi rasanya itu gk mungkin .aku miskin sedangkan tante sekar kaya " kata zahra dalam hati dan menatap tante sekar.
" kamu kenapa zahra? Kenapa kamu natap tante kayak gitu ?" Tanya sekar heran.
" tante zahra. Tanya sesuatu boleh gak?" Kata zahra ragu ragu.
" mau tanya apa ?"tanya balik sekar.
" nama suami tante siapa?" Tanya zahrapada sekar.
" nama suami tante Ahmad ali " kata sekar pada zahra.
" bunda ...!!!" Triak zahra dan wati bersamaan. Zena yg kakinya sedang sakit hanya melihatnya sambil tersenyum.
" tante Ahmad ali adalah ayah kami " kata wati memeluk sekar dgn erat .sekar pun membalasnya memeluk mereka berdua.
" dimana siti dan ayah kalian ?" Tanya sekar dgn senang.
" emmm ayah sudah meninggal dan kak siti juga meninggal " kata wati menjadi sedih.
" inalilahiwainailaihirojiun " kata sekar berkaca kaca.
" ini semua salah bunda seharusnya bunda tidak meninggalkan kalian semua " kata sekar menyesal.
" sebenarnya bunda kenapa meninggalkan kami semua ?" Tanya zahra sedih.
" sebenarnya ini adalah rumah nenek kalian , dulu waktu umur kalian 3 tahun dan wati masih sangat kecil . Nenek kalian menelfon bunda untuk pulang ke rumah nenek . Nenek kalian sakit keras. Beberapa bulan kemudian nenek kalian meninggal . Dan nenek mewariskanya pada bunda " kata sekar bercerita.
" kenapa kami tidak ikut bunda ? Kenapa juga bunda tidak pulang ?" Tanya zahra penasaran
" ayah kalian tidak mengizinkan kalian ikut, dan juga kenapa bunda tidak pulang. Bunda punya urusan khusus yg belum di selesaikan di luar kota. Waktu urusan itu selesai bunda kembali tetapi kalian sudah pindah , dan bunda tidak tahu dimana rumah baru kalian " jawab sekar.
" kak zahra udah gk usah di bahas yg penting kita sudah ketemu sama bunda " kata wati


zahra wati dan zena pun tinggal di rumah sekar bunda mereka yg telah lama hilang.mereka pun hidup bahagia dan serba berkecukupan.


TAMAT


Pesan
Jangan suka berfoya foya dgn harta . Masih banyak orang yg membutuhkan .

No comments:

Powered by Blogger.